Kamis, 22 Desember 2011

Belum Mampu Memberikan yang Pantas Diberikan

anak macam apa yang sengaja menunda mengucapkan Hari Ibu karena merasa belum punya kata-kata yang pantas diberikan, tapi malah dapat sms ucapan Hari ibu dari Ibunya sendiri.
kalau saja ada istilah untuk menggambarkan rasa yang melebihi rasa malu.
isi sms itu sebenarnya sudah pernah aku baca sebelumnya. isinya:

Kisah tentang "nilai kasih ibu kepada anaknya"
seorang anak yang menulis sesuatu di selembar kertas untuk ibunya..
upah membantu Ibu:
- pergi ke warung 20rb
- menjaga adik 20rb
- buang sampah 5rb
- membereskan tempat tidur 10rb
- menyiram bunga 15 rb
- menyapu 15rb
total 85rb
setelah membaca, ibu tersenyum dan mengambil pena lalu menulis di belakang kertas yang sama:
- mengandung 9 bulan = gratis
- melupakan rasa sakit saat melahirkan = gratis
- jaga malam karena tangismu = gratis
- air mata menetes karenamu = gratis
- khawatir memikirkan keadaanmu = gratis
- menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu selama ini = gratis
- jumlah keseluruhan kasihku padamu = gratis

sang anak menangis dan memeluk ibunya sambil berkata,"sungguh nanda sayang ibu" kemudian dia menulis di kertas yang sama "LUNAS"

tidak bisa dipastikan alasan air mata ini menetes, karena malu atau karena merasa berada di sisi sang anak.
dengan tak tau malunya aku membalas:

"hehe, tiap hari kan hari ibuk
matur nuwun ngge buk damel sedoyonipun.
dungakaken kulo saged dados anak sholihah, mengantarkan ibuk dan ayah ke tempat terbaik di surga.
karena berapapun besar materi tidak akan mampu mengganti apa yang ibuk dan ayah berikan.
sekalian nyuwun pangapunten nek kulo dereng saged membahagiakan ibuk dan ayah.
sayang ibuk dan ayah"

tuh kan, alasan belum punya kata-kata yang pantas itu sebenarnya hanya bentuk alibi suatu "gengsi".
kata sayang semacam itu seingatku baru kali ini kuucapkan.
ingin segera menyungkur sujud dan meminta maaf atas ribuan, bahkan triliunan kata sayang yang seharusnya terucap, walaupun mungkin tidaklah seberapa dibanding kasih sayang mereka.
sungguh sangat berduka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...