Banyak nasehat yang menyuruh umat muslim untuk saling
mendoakan saudara seimannya, apalagi jika dilakukan dalam diam. Malaikat pun
sudah dijanjikan akan mendoakan hal yang sama bagi sang pendoa. Dengan meyakini
hal tersebut, niscaya kita bisa memperoleh pahala haji meski belum mampu.
Caranya adalah dengan setulus hati mendoakan para jamaah haji yang akan
menunaikan rukun islam kelima itu.
Pernahkah mendengar hadis yang menyatakan bahwa umat muslim
itu diibaratkan seperti satu tubuh? Jika yang satu sakit maka yang lain pun
ikut merasakan. Tidak akan pernah diri ini menyalahkan kaki jika tidak sengaja
kaki menyandung batu. Karena dengan penuh kesadaran kita akan mengakui jika
kaki tidak akan bergerak sendiri tanpa ada keinginan dan dorongan dalam diri.
Sama halnya dengan sakit, pada saat nikmat datang, misalnya
saat lidah mengecap makanan yang lezat dan menyehatkan, maka seluruh tubuh pun
akan mendapat manfaatnya. Jadi bagaimana bisa saat lidah mendapat nikmat dengan
mengecap makanan lezat, tiba-tiba kaki berontak, rambut iri, atau tangan
dengki? jadi saat saudara muslim mendapat nikmat, tapi hati merasa iri dengki dan semacamnya, maka kesehatan hati perlu dipertanyakan.
Tapi definisi setubuh ini mungkin tidak akan ada habisnya
jika diperdebatkan di saat masing-masing pribadi masih menganggap muslim yang
tidak semahzab, sepaham, separtai, atau seharokah bukanlah saudaranya. Padahal
perbedaan yang ada dengan syarat tetap berada pada koridor ketauhidan yang
benar itu sudah diniscayakan.
Selain setubuh, umat muslim juga diibaratkan seperti sebuah
bangunan. Tidak mungkin semua bagian hanya berupa tiang pancang, melainkan
bangunan itu terdiri dari macam-macam bentuk dan bahan yang memiliki fungsinya
masing-masing, tapi tetap mempunyai satu visi besar, yaitu membentuk sebuah
bangunan.
Jadi tidak benar rasanya jika menghujat cara dakwah yang
dirasa berbeda dari dakwah yang biasa dilakukannya. Karena tidak mungkin semua dakwah itu
bersikap keras, begitu pula tidak mungkin semua dakwah terlalu lembut.
Sesungguhnya semua saling melengkapi karena setiap orang akan memiliki getaran
keimanan yang berbeda terhadap suatu hal. Ada yang hatinya tersentuh jika
diingatkan soal kematian, ada juga yang menangis tersedu-sedu bila diingatkan
akan sedekah, ada juga yang meningkat keimanannya dengan disuntik semangat nahi
mungkar.
Bangkitkan semangat untuk terus bersaudara, bukan bercerai berai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar