Kamis, 01 Maret 2012

FUTUR ku


Degradasi iman pernah dilansir sebagai tabiat asli manusia. Benarkah demikian? Sejauh yang saya tahu memang benar karena saya juga mengalaminya (bukannya berusaha untuk meninggikan diri, tapi pengalaman diri sendiri jauh lebih mudah dijadikan analogi).
Bentuk futur ada banyak sekali. Disini saya batasi pada apa yang sering terjadi pada saya.
1.       Berkurangnya amalan harian seperti sholat rawatib, kuantitas bacaan Quran menurun, dan menunda-nunda wirid atau bacaan al-ma’tsurat.
2.       Malas bangun malam atau mengurangi rokaat sholat malam.
3.       Mulai sibuk dengan hal-hal yang mubah seperti rencana menu makan, nonton film, banyak mendengarkan musik-musik barat, atau bercanda berlebihan.
4.       Terlalu larut dengan masa lalu dan susah maju.
Faktor yang menyebabkan terjadinya futur menurut saya terutama karena bisikan setan yang tak mampu lagi dibendung. Selain itu, faktor internal juga turut mendukung hal tersebut seperti:
1.       Sendiri. Istiqomah tidaknya seseorang memang baru terlihat saat dia sendiri. Terutama pada saat dia jauh dari teman-teman seperjuangan.
2.       Tidak mampu menahan nafsu dan berlebihan dalam hal yang mubah. Yang paling susah saya tahan adalah nafsu makan, apalagi makanan manis.
3.       Sugesti ‘turun tanjakan memang jauh lebih mudah daripada saat naiknya’.
4.       berada pada lingkungan yang “lemah” pada saat-saat tertentu.
5.       Kurang menjaga diri dari hal yang subhat.
Solusi yang seharusnya bisa menanggulangi futur adalah menjauhi dan meninggalkan faktor penyebabnya. Akan tetapi, kelemahan manusia yang membuatnya terasa susah. Berikut ini mungkin bisa sedikit memecahkan masalah futur meskipun saya rasa berhasil tidaknya kembali kepada tekad kita sendiri.
1.       Mengenal kendala yang mengungkung. Saat sudah berhasil, cari cara yang tepat untuk lambat laun meninggalkannya.
2.       Menghibur diri dengan hal yang mubah (tapi jangan berlebihan), seperti bercengkrama dengan keluarga, piknik dengan teman, atau refreshing dengan cara masing-masing.
3.       Banyak-banyak mengingat mati, neraka, dan surga.
4.       bagi para pemuda yang belum menikah, caranya bisa dengan selalu mengingat surat An-Nuur ayat 26: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik”. Jika kita ingin mendapatkan pasangan yang sholih/sholihah, buatlah diri kita menjadi sholih/sholihah dulu.
5.       Lebih berhati-hati dan berusaha mencari tahu asal rezeki yang berupa pemberian dari seseorang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...