Senin, 14 Januari 2013

Seni Menata Hati dalam Bergaul


Oleh AA Gym
Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan , yang insyaallah akan terasa indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah. Berikut ini rumus 3A agar kita bisa bergaul dengan baik bersama hamba-hamba Allah yang lainnya. Semoga bermanfaat:
1.       Aku bukan ancaman bagimu
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih dahulu kita simak rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya.” (H.R. Bukhari)
-          Hindari penghinaan apapun yang bersifat merendahkan, ejekan. Penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya jangan pernah dilakukan karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.
-          Hindari ikut campur urusan pribadi. Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sensitive, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan keberangan.
-          Hindari memotong pembicaraan. Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yanga rif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbaik pada waktu yang tepat.
-          Hindari membandingkan. Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.
-          Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya. Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawanya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.
-          Hindari merusak kebahagiannya. Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiannya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tahu persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapat oleh-oleh tersebut.
-          Jangan mengungkit masa lalu. Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk dari kita. Maka jangan pernah usil untuk mengungkit dan membeberkannya. Hal seperti ini sama dengan mengajak bermusuhan.
-          Jangan mengambil haknya. Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan rasa tidak suka dan perlawanan yang tentu akan merusak hubungan. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.
-          Hati-hati dengan kemarahan. Bila anda marah, maka waspadalah karena kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata dan perilaku yang keji yang sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah sungkan untuk meminta maaf andaikata ucapan dirasakan berlebihan.
-          Jangan menertawakannya. Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena kekurangannya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya. Dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.
-          Hati-hati dengan penampilan, bau badan, dan bau mulut. Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan dan bau mulut kita karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang lain terusik kenyamanannya dan cenderung ingin menghindari kita.

Wah, ini lanjutannya menghilang entah kemana. Beginilah jika tulisan dibiarkan terlalu lama mengendap dan tidak segera diselesaikan. Namun daripada mubazir, saya nekat saja membagikannya dengan harapan bisa bermanfaat.
Kalau boleh berkomentar atas tulisan aa Gym di atas, yang paling sering membuat saya terlena adalah menghindari merusak kebahagiaan orang lain. Komentar yang awalnya diniati untuk bercanda bisa saja tanpa disadari membuat orang lain terluka. Dan setelah itu tetap saja doa agar diri ini jangan sampai menyakiti orang lain sering lupa diselipkan. Astaghfirullah…

Rabu, 02 Januari 2013

wanprestasi

Mengatasnamakan kesibukan untuk tidak melaksanakan janji mungkin suatu waktu akan terkesan menyelematkan, tapi apakah setelah itu perasaan menjadi tenang? Jika jawaban Saudara tidak, berarti kita sealiran.

Pernah suatu saat saya berjanji akan banyak menulis di blog ini. Dan kenyataannya jauh dari harapan.

Kalau setelah ini saya bertekad untuk sering menulis, apakah saya akan mencederai janji saya lagi? Sebenarnya pertanyaan semacam ini tidak perlu dan tidak seharusnya terucap. Karena frasa "setelah ini" masuk dalam dimensi waktu masa depan, jadi sebisa mungkin jangan sampai terkotori dengan keputusasaan, pesimistis, dan kecurigaan yg tidak berdasar. Bismillah, yakin bisa (mungkin dengan diiringi sedikit perbaikan niat agar diri ini terus bergerak dan hasilnya bisa bermanfaat)


Published with Blogger-droid v2.0.3
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...