Rabu, 13 Februari 2013

Setubuh


Banyak nasehat yang menyuruh umat muslim untuk saling mendoakan saudara seimannya, apalagi jika dilakukan dalam diam. Malaikat pun sudah dijanjikan akan mendoakan hal yang sama bagi sang pendoa. Dengan meyakini hal tersebut, niscaya kita bisa memperoleh pahala haji meski belum mampu. Caranya adalah dengan setulus hati mendoakan para jamaah haji yang akan menunaikan rukun islam kelima itu.
Pernahkah mendengar hadis yang menyatakan bahwa umat muslim itu diibaratkan seperti satu tubuh? Jika yang satu sakit maka yang lain pun ikut merasakan. Tidak akan pernah diri ini menyalahkan kaki jika tidak sengaja kaki menyandung batu. Karena dengan penuh kesadaran kita akan mengakui jika kaki tidak akan bergerak sendiri tanpa ada keinginan dan dorongan dalam diri.
Sama halnya dengan sakit, pada saat nikmat datang, misalnya saat lidah mengecap makanan yang lezat dan menyehatkan, maka seluruh tubuh pun akan mendapat manfaatnya. Jadi bagaimana bisa saat lidah mendapat nikmat dengan mengecap makanan lezat, tiba-tiba kaki berontak, rambut iri, atau tangan dengki? jadi saat saudara muslim mendapat nikmat, tapi hati merasa iri dengki dan semacamnya, maka kesehatan hati perlu dipertanyakan.
Tapi definisi setubuh ini mungkin tidak akan ada habisnya jika diperdebatkan di saat masing-masing pribadi masih menganggap muslim yang tidak semahzab, sepaham, separtai, atau seharokah bukanlah saudaranya. Padahal perbedaan yang ada dengan syarat tetap berada pada koridor ketauhidan yang benar itu sudah diniscayakan.
Selain setubuh, umat muslim juga diibaratkan seperti sebuah bangunan. Tidak mungkin semua bagian hanya berupa tiang pancang, melainkan bangunan itu terdiri dari macam-macam bentuk dan bahan yang memiliki fungsinya masing-masing, tapi tetap mempunyai satu visi besar, yaitu membentuk sebuah bangunan.
Jadi tidak benar rasanya jika menghujat cara dakwah yang dirasa berbeda dari dakwah yang biasa dilakukannya.  Karena tidak mungkin semua dakwah itu bersikap keras, begitu pula tidak mungkin semua dakwah terlalu lembut. Sesungguhnya semua saling melengkapi karena setiap orang akan memiliki getaran keimanan yang berbeda terhadap suatu hal. Ada yang hatinya tersentuh jika diingatkan soal kematian, ada juga yang menangis tersedu-sedu bila diingatkan akan sedekah, ada juga yang meningkat keimanannya dengan disuntik semangat nahi mungkar.
Bangkitkan semangat untuk terus bersaudara, bukan bercerai berai.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...