Beruntunglah orang yang peka. Peka saat dirinya disentil
karena lupa. Tapi lebih beruntung lagi orang yang senantiasa ingat. Ingat akan
hakikat dirinya di dunia. Namun, teringat perkataan seorang guru bahwa lupa
adalah sifat dasar manusia. Jadi, seringlah berdoa agar dilindungi darinya. Terutama
lupa dari janji setia sebelum hadir di dunia.
Orang sering berkata bahwa manis itu bisa tercipta setelah
pahit pernah terasa. Maka jangan dulu tergesa menghakimi susah. Karena bisa
jadi ia ada agar bahagia itu makin terasa indah. Maka dari itu terus berikhtiarlah,
dengan tanpa meninggalkan doa. Karena keduanya yang menjadikan Allah suka.