Minggu, 27 November 2011

self-exclaimed

nikmat hidayah itu setinggi-tingginya nikmat. sayang tidak semua orang mampu menyadari bahwa dirinya sedang diberi hidayah.
seorang teman sedang diuji sakit yang menyulitkan dia melakukan gerakan sholat dengan "normal".
menyaksikan dia berusaha sekuat tenaga untuk menyempurnakan gerakan sholatnya menusuk dan membanting harga diri saya sebagai pelaku ibadah yang sama namun dengan kualitas KW jauh lebih rendah.
bisa-bisanya saya selama ini menyia-nyiakan kesempurnaan kesempatan untuk menegakkan dan melaksanakan ibadah satu itu.
saat ini saya berani meng-claim diri sedang diberi hidayah melalui teman saya itu. tapi apakah hanya berhenti sampai disini? super big no no! justru ujian baru akan dimulai disini.
hasilnya nanti bisa dilihat dari kualitas sholat saya. apakah masi tetap asal gerak dan asal baca atau naik mencapai KW super atau justru terdegradasi menjadi KW X
let's see

Hijrah yuk!


gak enak membatasi sesuatu yang sebenarnya punya banyak sekali arti. tak terkecuali kata hijrah.
inilah dasar yang digunakan untuk penamaan tahun Hijriyah.
sebegitu utamanya "kegiatan" ini sehingga Ali r.a. mengusulkan Hijriyah menjadi nama tahun umat Islam.
jadi karena urusan tidak enak membatasi tadi, mari kita laksanakan hijrah tepat di saat momentum tahun 1433H baru dimulai sesuai dengan kondisi kita.
resolusi, komitmen, atau apalah namanya yang bisa kita pakai untuk meng-alias-kan hijrah ini.
sudah selayaknya perbaikan dan penambahan kualitas dirilah yang diutamakan dalam penyusunannya.
contoh nih, tahun ini saya akan berusaha sholat tepat waktu, selalu on time saat ada janji, istiqomah untuk bersepeda ke kantor, dst dst...
silahkan disesuaikan dengan hasrat Anda sekalian.
selamat berhijrah dan jangan lupa mohon bimbingan agar selalu berada di track-Nya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...