Sabtu, 13 Juli 2013

Oleh-oleh Seminar TIPH (yang tertunda)

Seminar TIPH (Tuhan, Inilah Proposal Hidupku) dengan pembicara inspirator SuksesMulia, Jamil Azzaini, saya ikuti pada akhir Juni lalu bersama seorang teman. Merasa banyak manfaat yang sudah kami peroleh, kami pun berjanji akan segera membuat tulisan untuk menyebarkan manfaat tersebut lebih luas lagi. Namun, dimensi "segera" itu baru terterjemahkan menjadi saat ini. Padahal teman saya sudah jauh lebih dulu menyelesaikan janji itu. (maaf ya Mon...)
"Untuk apa sih merencanakan kehidupan? Kenapa gak let it flow aja?"
Membuat rencana mengenai kehidupan itu berarti menjadi berbeda, tidak akan membiarkan dirinya hanya mengikuti arus begitu saja. Jika let it flow ke sungai yang jernih kemudian berujung pada samudera yang luas dan indah sih oke, tapi jika ternyata flow-nya (maaf) ke septic tank bagaimana? Masih ingin terus melanjutkan prinsip let it flow Anda?
Seorang mahasiswa tingkat akhir di Stanford University terpaksa men-DO-kan diri dan pulang untuk meneruskan usaha ayahnya yang hampir bangkrut. Banyak cibiran yang ditujukan kepadanya mengingat usia, pendidikan, dan pengalamannya yang masih sangat minim. Akan tetapi, dia mampu membungkam semua cibiran itu tidak hanya dengan mengentaskan perusahaannya keluar dari garis kebangkrutan, tetapi juga membuat perusahaannya berjaya. Dialah Azim Premji, orang terkaya ke-21 di dunia (Forbes, 2007). Saat ditanya apa kiat suksesnya, dia menjawab “Karena saya membuat proposal hidup dan berusaha keras mewujudkannya”. 
sumber: mardiantony.com



Proposal hidup, atau mungkin juga disebut dengan dream book, resolusi hidup, dan sebagainya, adalah skenario yang Anda inginkan dan sekaligus sebagai "hiu kecil" dalam hidup Anda. Ada cerita menarik mengenai "hiu kecil" ini. Kita tahu bahwa masyarakat Jepang menyukai ikan, terutama yang masih segar. Semakin lama, nelayan harus berlayar sampai ke tengah laut untuk bisa mendapatkan ikan. Setelah ditangkap dan dibawa kembali ke daratan, ikan-ikan tersebut sudah mati sehingga tidak laku dijual. Nelayan tersebut mendapat ide untuk membuat kolam di dalam kapalnya sebagai tempat hidup ikan tangkapannya. Sesampainya di daratan, memang ikan tersebut masih hidup, tapi keadaannya sudah tidak segar lagi karena di dalam kolam mereka tidak banyak bergerak. Ikan itu masih laku dijual, tetapi harganya jatuh. Akhirnya nelayan tersebut menemukan ide untuk membuat ikan-ikan itu terus bergerak di dalam kolam di atas kapal. Caranya adalah dengan memasukkan hiu kecil ke dalam kolam jika dirasa ikan-ikan itu sudah mulai malas bergerak. Jadikanlah proposal hidup Anda sebagai hiu kecil yang “memaksa” Anda terus bergerak menuju apa yang ingin Anda capai.
Penelitian di Harvard Business School mengemukakan bahwa 3% mahasiswanya membuat proposal hidup tertulis, 13% memiliki proposal hidup tapi tidak ditulis, dan sisanya sebanyak 84% tidak memiliki proposal hidup yang jelas. Hasilnya beberapa tahun kemudian, kelompok 13% tersebut memiliki penghasilan 2 kali lipat dibandingkan dengan yang 84%, sedangkan kelompok 3% memiliki penghasilan 10 kali lipat dari yang lain.
langkah-langkah dalam membuat proposal hidup adalah:
1.   Sadarilah bahwa Anda spesial. Anda adalah juara yang telah memenangkan kompetisi sejak awal proses pembuahan dalam rahim ibu Anda. Teruslah mencari tahu apa yang Anda bisa sementara orang lain jarang bisa.
2.   Tetapkan prestasi terbaik yang ingin Anda raih. Carilah jawaban atas pertanyaan, “Apa yang akan Anda banggakan di hadapan Allah, orang tua, keluarga, dan masyarakat?”. Mulai posisikan Anda sebagai aktor utama dalam sebuah film dan orang-orang sekitar Anda sebagai penontonnya. Sikap, perilaku, dan prestasi yang bagaimana yang kira-kira disukai oleh yang menontonnya? Anda sendiri yang bisa menjawabnya.
Tuliskan sebanyak mungkin alternatif prestasi yang memenuhi syarat berikut:
a.    Spesifik, misalnya usia 35 tahun saya harus sudah memiliki 10 outlet usaha.
b.    Terukur, bukan yang bersifat relatif, ukuran tersebut misalnya 10 outlet usaha.
c.    Jelas waktunya, misalnya usia 35 tahun, dalam setahun, dan sebagainya.
d.  Menghasilkan 4-ta (harta, tahta, kata, atau cinta). Orang akan melihat seseorang itu sukses dari hartanya, atau dari tahta/jabatannya, atau dari pengaruh kata-katanya, atau dari orang-orang di sekelilingnya yang mencintainya.
e.    Memberi manfaat. Bukan saatnya lagi mengatakan “aku”, tapi “kita”. Manfaat yang ada sudah seharusnya bisa dirasakan sebanyak mungkin orang.
3.   Tentukan Anda ingin ahli di bidang apa. Syarat keahlian ini adalah Anda bisa enjoy saat melakukannya. Coba tuliskan apa saja kegiatan/keterampilan yang Anda cintai, kemudian tuliskan juga kegiatan yang Anda kuasai, kemudian dari kegiatan-kegiatan itu mana yang bisa menghasilkan. Lingkari kegiatan yang sama dari ketiga list tersebut kemudian asahlah terus. Carilah guru yang tepat agar cepat maju.
4.  Sempurnakan hidup Anda mulai dari sekarang. Pertama adalah dengan membiasakan sikap dan perilaku yang positif. Hindari dan jauhilah kata-kata atau lingkungan yang negatif. Dr. Masaru Emoto melakukan penelitian dengan mengujicobakan air dengan diberi doa, ucapan, dan tulisan. Hasilnya, kata-kata positif akan menjadikan Kristal air berbentuk sangat indah, sedangkan kata-kata negatif menjadikan Kristal air tidak beraturan. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah, “Air mampu mendengar, melihat, dan merasakan sekelilingnya, kemudian memberikan respon”. Dan yang perlu Anda ketahui, 70% tubuh kita terdiri atas air. Mari bersihkan diri dari hal-hal yang negatif.
Berikutnya adalah dengan menetapkan target tahunan. Mimpi besar Anda harus bisa diterjemahkan dalam pencapaian-pencapaian kecil tiap periode tahun.
5.  Sempurnakan lingkungan Anda. Jangan mudah menetapkan benchmark yang rendah. Suatu eksperimen menguji kutu anjing yang sebenarnya mampu melompat 300 kali ukuran tubuhnya untuk kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kotak korek api selama beberapa waktu. Hasilnya sudah bisa diduga saat kotak itu dibuka, kutu tersebut hanya akan loncat setinggi ukuran kotak korek api. “kotak” itu dalam kehidupan kita bisa berupa gaji. Pemikiran bahwa “buat apa kita mengerjakan suatu pekerjaan yang kalau di luar sana kompensasinya jauh di atas yang kita terima?” menjadikan kita tidak bisa “melompat” secara maksimal, tetapi hanya sebatas “gaji” yang kita terima. Sungguh sangat disayangkan.

Hal yang paling ditekankan Pak Jamil adalah “jangan pernah takut bermimpi tinggi dan jangan membuat orang lain takut dengan mimpinya”. Terus tanamkan keyakinan bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Dan jadikanlah proposal hidup ini sebagai doa dan prasangka baik kepada-Nya.

2 komentar:

  1. iya ren ... aku punya mimpi... mimpiku sejak kecil dulu... jadi guru ...

    pengen bgt bisa D4 dan daftar jadi dosen ...
    mewujudkan mimpi kecilku ...

    semoga bisa ...

    kuliah d4
    lulus
    daftar jadi dosen/widyaiswara di knpk atau STAN
    jadi bisa ngantor deket rumah
    so bisa tenang punya anak banyak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Pen, semoga diijabah doanya.
      ayo seamangat! tak tunggu disini :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...